Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU SIDOARJO GOES TO SCHOOL SMK PLUS NU SIDOARJO

BAWASLU SIDOARJO GOES TO SCHOOL SMK PLUS NU SIDOARJO

Anggota Bawaslu Sidoarjo, Moeh. Arief, dalam kegiatan Bawaslu Sidoarjo Goes to School di di SMK Plus NU Sidoarjo, Senin (21/09).

#SahabatBawaslu, Bawaslu Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar kegiatan Goes To School sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi dan meningkatkan kesadaran politik di kalangan generasi muda. Kegiatan kali ini berlangsung di SMK Plus NU Sidoarjo, Senin (21/09).

Kepala SMK Plus NU Sidoarjo, M. Zakariya, mengapresiasi kunjungan Bawaslu Sidoarjo Goes To School yang dinilai relevan dengan kebutuhan para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari Bawaslu Sidoarjo. Sosialisasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi kami, terutama yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pada pemilu yang akan datang,” kata Zakariya.

Dalam kesempatan tersebut, Narasumber kegiatan, Anggota Bawaslu Sidoarjo, Moeh. Arief, mengenalkan kepada para pelajar mengenai demokrasi elektoral serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses pemilu. Menurutnya, demokrasi tidak hanya sebatas datang ke tempat pemungutan suara dan menentukan pilihan, tetapi juga mencakup kesadaran untuk memahami proses politik serta ikut menjaga agar pemilu berlangsung secara jujur dan berintegritas.

Selain mengenalkan demokrasi elektoral, Moeh. Arief juga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah politik uang.

Ia mengingatkan para pemilih pemula agar tidak mudah mempertukarkan hak politik dengan pemberian materi dari peserta pemilu maupun calon pemimpin. Menurutnya, politik uang bukan sekadar persoalan menerima atau tidak menerima sejumlah uang, tetapi berkaitan dengan bagaimana pemilih mempertimbangkan pilihan politiknya secara bebas dan bertanggung jawab.
“Uang Rp100 ribu yang diberikan oleh caleg atau calon pemimpin mungkin terasa besar saat diterima. Tetapi, kalau karena uang itu kita kemudian mempertaruhkan pilihan selama lima tahun, yang dipertaruhkan sebenarnya jauh lebih besar. Jangan sampai hak suara yang hanya digunakan sekali justru menentukan keputusan yang dampaknya dirasakan bertahun-tahun,” ujar Moeh. Arief.

Pesan tersebut disampaikan untuk mendorong para pelajar agar memahami bahwa suara dalam pemilu merupakan bagian penting dari masa depan pemerintahan dan kebijakan yang akan dijalankan. Karena itu, pemilih pemula perlu menggunakan hak pilih secara kritis, rasional, dan bertanggung jawab tanpa terpengaruh praktik politik uang.

Melalui kegiatan Bawaslu Sidoarjo Goes To School, Bawaslu Kabupaten Sidoarjo terus mendorong kegiatan pendidikan demokrasi bagi generasi muda agar para pemilih pemula tidak hanya memahami cara menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kualitas dan integritas proses demokrasi.

#BawasluSidoarjoGoesToSchool
#PemilihPemula
#SMKPlusNUSidoarjo
#PendidikanDemokrasi