Lompat ke isi utama

Berita

WARUNG PENGAWASAN EDISI KETUJUH, BAWASLU SIDOARJO AJAK TOKOH MASYARAKAT EDUKASI PEMILIH

WARUNG PENGAWASAN EDISI KETUJUH, BAWASLU SIDOARJO AJAK TOKOH MASYARAKAT EDUKASI PEMILIH

Anggota Bawaslu Sidoarjo, Agisma D. Fastari, mengajak tokoh masyarakat untuk turut serta dalam mengedukasi pemilih. Hal ini ia sampaikan pada Warung Pengawasan Bawaslu Sidoarjo edisi ketujuh di Tanggulangin (02/07).

#SahabatBawaslu Bawaslu Kabupaten Sidoarjo kembali melanjutkan Program Warung Pengawasan (WaWaSan) sebagai upaya memperkuat literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif masyarakat. Memasuki edisi ketujuh, kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 2 Juli 2026, bertempat di Warung Indi, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin.

Kegiatan WaWaSan kali ini menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agisma D. Fastari, sebagai narasumber. Forum diskusi tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat serta jajaran pengawas yang bertugas pada pemilu dan pemilihan tahun 2024, mulai dari Panwascam, PKD, hingga PTPS.

Selain membahas isu-isu kepemiluan ke depan, forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024. Peserta menyampaikan berbagai pengalaman, masukan, serta catatan evaluatif sebagai bahan perbaikan dalam menghadapi tahapan pemilu berikutnya.

Dalam paparannya, Agisma menjelaskan bahwa tahapan pemilu ke depan kemungkinan akan mulai berlangsung pada tahun 2027 atau sekitar 20 bulan sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

“Jika mengacu pada pola tahapan sebelumnya, proses pemilu kemungkinan sudah dimulai sekitar tahun 2027 atau 20 bulan sebelum hari pemungutan suara sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, kita perlu mulai mempersiapkan sejak sekarang,” jelas Agisma.

Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga kualitas data pemilih.

“Peran tokoh masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit). Kami berharap tokoh masyarakat bisa menjadi panutan dan turut memberikan edukasi kepada warga yang terdapat perubahan data kependudukan agar data pemilih yang dihasilkan benar-benar akurat,” tambahnya.

Program WaWaSan menjadi ruang dialog yang inklusif dengan memanfaatkan warung kopi dan ruang publik sebagai media diskusi yang santai namun bermakna. Melalui pendekatan ini, isu-isu kepemiluan dapat dipahami lebih mudah oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Melalui WaWaSan, Bawaslu Sidoarjo berharap kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi semakin meningkat, terutama dalam memastikan validitas data pemilih sebagai salah satu fondasi penting penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Ke depan, program Warung Pengawasan akan terus digelar di berbagai wilayah sebagai upaya memperluas jangkauan literasi demokrasi sekaligus memperkuat jejaring pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

#BawasluSidoarjo  
#WarungPengawasan  
#WaWaSan  
#LiterasiDemokrasi  
#PengawasanPartisipatif