BAWASLU SIDOARJO GOES TO SCHOOL MA DARUL ULUM WARU
|
#SahabatBawaslu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo kembali melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Kali ini, kegiatan berlangsung di MA Darul Ulum Waru, Rabu (16/09), dan disambut hangat oleh Kepala Sekolah MA Darul Ulum Waru, H. Muhammad Mustofa.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Mustofa menyampaikan bahwa pengenalan demokrasi kepada generasi muda menjadi hal penting untuk membangun kesadaran dan kepedulian siswa terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pemahaman demokrasi perlu diberikan sejak di bangku sekolah agar generasi muda tidak hanya mengenal demokrasi secara teori, tetapi juga memahami pentingnya keterlibatan sebagai warga negara.
“Pengenalan demokrasi kepada generasi muda sangat penting agar mereka tidak hanya melek terhadap demokrasi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut menjaga dan mengawal proses demokrasi di lingkungan sekitarnya,” ujar H. Muhammad Mustofa.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agisma D. Fastari, sebagai narasumber. Dalam materinya, Agisma mengenalkan konsep demokrasi elektoral kepada para pelajar, termasuk pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga proses pemilu yang jujur dan berintegritas.
Agisma menjelaskan, generasi muda memiliki posisi penting dalam demokrasi, terlebih pemilih pemula menjadi bagian dari kelompok pemilih yang memiliki peran besar dalam menentukan arah partisipasi politik di masa mendatang.
“Pemilih pemula dan generasi muda memiliki peran yang sangat penting karena menjadi bagian besar dari pemilih. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami demokrasi elektoral, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta ikut mengawal agar proses pemilu berjalan secara jujur dan berintegritas,” ujar Agisma.
Ia juga menjelaskan, terdapat perbedaan dalam melihat bentuk partisipasi masyarakat dari perspektif penyelenggara pemilu. Jika KPU salah satunya melihat partisipasi dari tingkat kehadiran masyarakat di TPS, maka Bawaslu melihat partisipasi masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu.
“Kalau KPU menilai partisipasi masyarakat salah satunya dari tingkat kehadiran di TPS, kalau di Bawaslu partisipasi masyarakat dinilai aktifnya masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu,” jelas Agisma.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pengawasan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengecek status pemilihnya, membangun sikap kritis terhadap informasi kepemiluan, tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi, serta memahami berbagai bentuk pelanggaran yang dapat terjadi dalam proses pemilu.
Kegiatan Bawaslu Sidoarjo Goes to School berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para pelajar antusias menyampaikan pertanyaan seputar demokrasi, pemilu, peran pemilih pemula, hingga bentuk partisipasi yang dapat dilakukan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sidoarjo terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Edukasi kepada pemilih pemula menjadi salah satu langkah untuk membangun generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki kepedulian untuk turut mengawal proses demokrasi yang berintegritas.
#BawasluSidoarjo
#BawasluSidoarjoGoestoSchool
#MADarulUlumWaru
#PemilihPemula