Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU SIDOARJO HADIRI BEDAH BUKU DAN FGD TERKAIT PENYUSUNAN DAPIL DAN ALOKASI KURSI DPRD OLEH KPU SIDOARJO

BAWASLU SIDOARJO HADIRI BEDAH BUKU DAN FGD TERKAIT PENYUSUNAN DAPIL DAN ALOKASI KURSI DPRD OLEH KPU SIDOARJO

Moeh. Arief, Anggota Bawaslu Sidoarjo, hadiri Bedah Buku dan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan daerah pemilihan (Dapil) yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo, Rabu (26/08).

#SahabatBawaslu Bawaslu Kabupaten Sidoarjo menghadiri kegiatan Bedah Buku dan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan daerah pemilihan (Dapil) yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo, Rabu (26/08), di Aula KPU Kabupaten Sidoarjo. Hadir dari Bawaslu Sidoarjo, Anggota Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Moeh. Arief, dan Kasubbag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa dan Hukum (PPPSH), Afif Ahya M. serta staf sekretariat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Erik Kurniawan, Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), secara daring untuk membedah buku berjudul “Partisipasi dalam Perancangan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu 2024”. Buku tersebut membahas berbagai aspek terkait perancangan daerah pemilihan dan alokasi kursi, termasuk pentingnya partisipasi dalam proses penyusunannya.

Dalam sesi diskusi, Moeh. Arief turut menyampaikan pandangan terkait prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Dapil. Ia menekankan bahwa kohesivitas menjadi salah satu prinsip penting, namun penentuan Dapil juga perlu melihat prinsip lainnya secara menyeluruh serta memastikan aspek keadilan demokrasi tetap menjadi pertimbangan.
“Kohesivitas dan prinsip lain dalam penyusunan Dapil perlu diperhatikan. Selain itu, juga perlu dipertimbangan dan diperhatikan tentang keadilan demokrasi. Jadi, dalam menentukan Dapil tidak hanya melihat dari satu aspek saja, tetapi bagaimana prinsip-prinsip yang ada dapat dipertimbangkan secara menyeluruh sehingga penentuan Dapil dapat mencerminkan kondisi wilayah, keterhubungan masyarakat, dan tetap memperhatikan aspek keadilan dalam demokrasi,” ujar Moeh. Arief.

Moeh. Arief juga mengapresiasi pelaksanaan Bedah Buku dan FGD yang diselenggarakan oleh KPU yang gmenjadi ruang untuk memperkuat pemahaman serta memperkaya perspektif mengenai penyusunan Dapil dan alokasi kursi DPRD. Partisipasi berbagai unsur dalam forum ini dapat mendorong proses penyusunan Dapil yang transparan, partisipatif, proporsional, serta memperhatikan prinsip kohesivitas dan keadilan demokrasi.

Melalui penguatan kolaborasi dan pertukaran gagasan antarpenyelenggara pemilu, akademisi, serta masyarakat, Bawaslu Sidoarjo berharap proses perancangan Dapil ke depan mampu mencerminkan kondisi wilayah, keterhubungan masyarakat, dan menjamin keterwakilan politik yang lebih adil dalam penyelenggaraan demokrasi.

#BawasluSidoarjo
#Dapil
#BedahBuku
#FGD