Lompat ke isi utama

Berita

DORONG LITERASI DEMOKRASI GENERASI MUDA, BAWASLU SIDOARJO JAJAKI KERJA SAMA DENGAN PRODI HUKUM UMSIDA

DORONG LITERASI DEMOKRASI GENERASI MUDA, BAWASLU SIDOARJO JAJAKI KERJA SAMA DENGAN PRODI HUKUM UMSIDA

Bawaslu Sidoarjo lakukan audiensi dan  jajaki kerja sama dengan prodi Hukum UMSIDA (23/04).

#SahabatBawaslu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo melaksanakan audiensi dan forum diskusi bersama jajaran pimpinan serta civitas academica Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Prodi Hukum UMSIDA) (23/04). Audiensi yang berlangsung di Kampus 3 UMSIDA ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan dunia akademik, khususnya dalam penguatan literasi demokrasi di kalangan generasi muda.

Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha, hadir bersama Anggota Bawaslu Sidoarjo, Adinda Masita Dewi, Fathur Rohman, dan Agisma D. Fastari. Turut mendampingi Kepala Sekretariat Bawaslu Sidoarjo, Anditya Sentana M., Kasubbag PPPSH Afif Ahya M., serta Kasubbag PPHM Mya Merdania bersama jajaran staf sekretariat. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kaprodi Hukum UMSIDA, Dr. L. Shery Muis, UJM Hukum Umsida Dr. Rifqi Ridho, Sekprodi Hukum Sri Budi Purwaningsih, S.H., M.Kn., serta mahasiswa Program Studi Hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Agung Nugraha menyampaikan bahwa audiensi ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk menjajaki peluang kerja sama strategis.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan kalangan akademisi, khususnya Prodi Hukum UMSIDA, dalam memperkuat edukasi dan literasi politik bagi generasi muda agar semakin sadar akan pentingnya demokrasi yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Sidoarjo, Agisma D. Fastari, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam penguatan demokrasi.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Isu-isu aktual seperti perkembangan Putusan Mahkamah Konstitusi dapat menjadi bahan diskusi kritis di kampus sekaligus mendorong tumbuhnya pengawasan partisipatif dari masyarakat,” ungkapnya.

“Kami juga siap berkontribusi sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan akademik, baik pada program orientasi mahasiswa baru maupun agenda lain yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi. Ini menjadi bagian dari upaya kami memperluas literasi demokrasi di kalangan generasi muda,” tambah Agisma.

Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Hukum UMSIDA, Dr. L. Shery Muis, mengapresiasi langkah yang diinisiasi Bawaslu Sidoarjo sekaligus menegaskan bahwa UMSIDA memiliki pengalaman dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan demokrasi.
“Kami menyambut baik peluang kolaborasi ini. Program Studi Hukum UMSIDA memiliki hubungan yang kuat dengan praktik demokrasi, termasuk keterlibatan dalam menerjunkan relawan pada proses verifikasi dan pendataan partai politik,” ungkapnya.

Dr. Shery menambahkan bahwa terkait kerja sama yang akan dilakukan dengan Bawaslu Sidoarjo akan didiskusikan secara internal agar menjadi program kerja sama yang berkelanjutan.
“Apabila Bawaslu Sidoarjo telah memiliki program kerja yang telah firm, kami siap mendiskusikannya lebih lanjut secara internal di UMSIDA,” ungkapnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal terbangunnya kolaborasi yang lebih berkelanjutan antara Bawaslu Sidoarjo dan Prodi Hukum UMSIDA. Sinergi ini tidak hanya memperkuat peran akademisi dalam pendidikan demokrasi, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

#BawasluSidoarjo
#LiterasiDemokrasi
#PengawasanPartisipatif
#UMSIDA