SINERGI BAWASLU-UMSIDA: SAATNYA KAUM TERPELAJAR TURUT ANDIL KAWAL DEMOKRASI SIDOARJO
|
#SahabatBawaslu Langkah strategis diambil oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat barisan pengawasan demokrasi. Bawaslu Sidoarjo resmi menggandeng Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus A UMSIDA, Senin (18/05/2026).
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia akademik tidak boleh tinggal diam dalam mengawal hak suara rakyat. Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, jajaran Wakil Rektor, sivitas akademika, serta ratusan mahasiswa Fakultas Hukum UMSIDA yang tampak antusias.
Bak gayung bersambut, UMSIDA menyatakan kesiapan penuhnya untuk terlibat dalam pengawasan kepemiluan. Wakil Rektor I UMSIDA, Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., dalam sambutannya memberikan pesan menohok sekaligus membakar semangat para mahasiswa yang hadir. Ia menegaskan bahwa peran agen perubahan harus dibuktikan di lapangan, bukan sekadar di dalam ruang kuliah.
“Mahasiswa tidak boleh hanya duduk manis di dalam kampus saja. Harus terlibat aktif di tengah masyarakat dan yang paling penting, wajib paham terhadap regulasi hukum yang berlaku,” tutur Dr. Hana dengan tegas.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha, membeberkan alasan krusial di balik kolaborasi ini. Menurutnya, meski saat ini sedang berada dalam masa non-tahapan pemilu, fokus Bawaslu tidak pernah kendor. Pengawasan tetap berjalan intensif pada sektor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, Pemutakhiran Data Partai Politik, hingga agenda besar Konsolidasi Demokrasi.
Agung juga tidak menampik adanya catatan kritis dari pesta demokrasi sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tahun 2024 lalu, diakui masih banyak celah yang perlu dibenahi bersama. Oleh karena itu, kehadiran kaum intelektual kampus dipandang sebagai suplemen penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif.
“Kami sangat berharap keterlibatan nyata dari para kaum terpelajar ini. Kampus, sivitas akademika, dan mahasiswa harus menjadi motor penggerak dalam melakukan sosialisasi kepemiluan di masyarakat. Ini semua demi kualitas pemilu selanjutnya yang jauh lebih baik,” ungkap Agung.
Melalui peresmian kerja sama ini, Bawaslu Sidoarjo dan UMSIDA optimistis mampu menciptakan output nyata. Kolaborasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni di atas kertas, melainkan mampu melahirkan kader-kader pengawas masa depan yang berintegritas tinggi serta memastikan setiap tahapan pesta demokrasi di Sidoarjo ke depan berjalan tegak lurus sesuai koridor hukum.
#SahabatBawaslu
#BawasluSidoarjo
#UMSIDA
#PengawasanPartisipatif